Hati-hati Jika Kamera Digital Kalian Lama Tidak Digunakan


Daftar Isi

    Tentang Kamera Digital/Pocket Camera

    Kamera digital atau pocket camera adalah salah satu perangkat fotografi yang sangat populer. Alasan mengapa banyak menggunakan kamera digital dibanding dengan kamera dslr mungkin salah satu disebabkan oleh masalah kepraktisan.  Segalanya serba praktis dalam penggunaan sehingga memang cocok untuk para amatiran. Selain itu sesuai namanya yaitu pocket camera, kamera  digital bisa dikantongi saat kemana-kamana. Apalagi jika kita hanya menggunakan kamera sebagai alat untuk bersenang-senang saja alias bukan untuk hal profesional maka kamera digital memang menjadi pilihan yang tepat.


    Saya sendiri memiliki kamera digital bermerek Samsu** yang saya beli tahun 2013 lalu memang sudah cukup lama namun karena jarang dipake masih terlihat baru. Kamera tersebut beresolusi 16 mega pixel yang mampu merekam video dengan resolusi HD. Plus ditambah dengan kemampuan zooming sebesar 10 kali lipat. Selain itu kamera ini sudah mendukung koneksi wifi dengan kata lain hasil jepretan maupun rekaman bisa langsung kita upload ke media sosial, email maupun cloud.

    Selain itu kamera ini juga bisa dipairing dengan smarthphone dengan cara cukup mendownload aplikasi khusus dari pembuat kamera ini lalu kita bisa langsung mengendalikan kamera cukup dengan menggunakan smartphone. Hal ini sangat memudahkan dalam penggunaan, kita cukup meletakkan kamera saat ingin berswafoto lalu dengan satu sentuhan/tap foto pun bisa diambil.

    Namun keberadaan kamera digital saya ini terlupakan dikarenakan saya membeli smarthphone dengan resolusi kamera yang cukup tinggi. Segala kegiatan foto-fotoan saya alihkan menggunakan smarthphone. Terakhir saya gunakan kamera digital saat acara wisudaan saudara. kamera  digital tersebut vakum selama beberapa bulan, mungkin sekitaran 6 bulan. Akibat kamera digital yang saya lupakan dan seakan-akan saya talak itu,mengalami kerusakan. Layar tidak mau menyala dan lensa kameranya maju dan tidak mau kembali ke dalam alias macet.

    Kerusakan tersebut bisa dikarenakan kamera tersebut lama tidak digunakan. Debu mungkin sudah banyak menumpuk dan mengganjal sela-sela holder lensa, atau ada bagian dari kamera tersebut yang karatan karena udara lembab, atau mungkin terjadi kerusakan pada chip atau bagian kelistrikan karena pada saat dihidupkan lampu indikator kamera tetap menyala serta terdengar suara mesin otomatis menarik lensa namun lensanya sendiri tidak bergerak kembali ke dalam saat kamera dimatikan.

    Saya kemudian browsing kiri kanan mencari solusi cara memperbaiki kamera digital yang mati dengan keyword cara memperbaiki lensa kamera digital yang tidak mau kembali, cara memperbaiki kamera digital lensa macet, cara memperbaiki kamera digital mati total, cara memperbaiki lensa kamera dslr, dan cara memperbaiki lensa kamera dslr yang macet.  Hasil yang ditampilkan dihalaman pertama google search cukup persih dengan keyword yang saya ketikkan. Saya pun membuka hasil pencarian tersebut satu persatu dan mulai mencobanya pada kamera digital saya serasa berharap yang dituliskan pada artikel tersebut betul-betul work dan masalah yang menimpa kamera saya bisa teratasi.

    Dari beberapa artikel yang saya temukan, ada beberapa yang yang bisa saya terapkan sendiri namun adapula yang tidak karena sepertinya tips itu diperuntukkan untu pro alias tukang servis kamera. Beberapa tips alias cara untuk mengatasi lensa kamera digital yang macet yang saya temukan yaitu:

    Cara mengatasi lensa kamera digital yang macet

    1. Matikan dan hidupkan kamera digital, jangan lupa mencabut kartu memori untuk menghindari hal-halyang tidak diinginkan seperti kerusakan memori dan kehilangan data. Untuk mematikan kamera harus dilakukan dengan mencabut baterai, bukan dengan menekan tombol off. Hal itu dilakukan karena jika mematikan kamera lewat tombol, maka otomatis kamera akan menarik ke dalam lensanya. Hal ini justru akan membuat parah kerusakan lensa bila memang lensa macet.
    2. Langkah berikutnya yaitu dengan mengoyang-goyang lensa kamera digital dengan pelan. Hal ini agar kotoran berupa debu dan sebagainya bisa keluar. Hal yang perlu diingat yaitu lakukan dengan pelan, jika dilakukan dengan keras malah bisa mematahkan lensa kamera digital. Jika lensa kamera sudah digoyang-goyang,  pasang kembali baterai dan hidupkan kamera.
    3. Jika lensa masih macet, letakkan kamera digital pada tempat datar dan dengan menggunakan jari jempol, tekan lensa kebawah tepat pada bagian tengah lensa. Hal ini perlu dilakukan secara pelan dan hati-hati jangan sampai ada bagian yang patah yang malah memperparah kerusakan kamera.
    4. Langkah berikutnya jika masih gagal yaitu dengan mengupgrade firmware kamera digital. Firmware simpelnya bisa dikatakan sebagai sistem operasinya. Ini bisa dilakukan jika vendor kamera kita memberikan support dukungan berupa update firmware software untuk tipe kamera yang kita punya. Namun untuk merk dan tipe kamera yang saya punya, firmware tidak bisa saya temukan.
    Dari langkah-langkah yang tersebutkan di atas, tidak satupun yang berhasil, lensa kamera digital saya tetap macet serta layar yang padam total. Langkah terakhir yang bisa saya lakukan agar kamera saya kembali bagus yaitu dengan membawanya ke tempat servis kamera. Ketempat servis artinya biaya tambahan lagi. Sukur-sukur kalo biaya servisnya murah, namun jika mahal mungkin kamera tersebut memang sudah waktunya saya talak tiga.

    Cukup rugi sih jika kamera  digital ini tidak bisa digunakan lagi untuk selama-lamanya, mengingat untuk urusan fotografi kamera  digital tentu jauh lebih bagus dibandingkan dengan menggunkan kamera smartphone. Toh kamera  digital memang diperuntukkan untuk fotografi. Selain itu masih jarang smartphone yang menanamkan kamera beresolusi 16 Mega pixel pada bodinya. Jika adapun bisa dipastikan harganya mahal.

    Tips agar kamera digital tetap awet:

    1. Jangan biarkan kamera digital dalam keadaan mati untuk waktu yang sangat lama atau sampai berbulan-bulan.
    2. Simpan kamera digitaldalam sarung kamrea laluletakkan ditempat yang kering, tidak lembab dan tidak terlalu panas. Udara lembab dan panas bisa menyebabkan komponen dalam kamera berkarat, memuai yang pastinya berakhir dengan kerusakan.
    3. Jika kamera digital tidak digunakan untuk waktu yang cukup lama (mingguan) sebaiknya baterai kamera dilepas agar umur baterai tetap awet.
    4. Bersihkan kamera digital dari debu serta kotoran lain, bisa dengan menggunakan lap halus serta kuas yang berbulu halus. Hindari penggunaan air saat membersihkan tapi kali bisa menggunakan alkohol mengingat sifat alkohol yang mudah kering.
    5. Jaga kamera agar tidak terkena air karena dipastikan kamera digital kalian akan rusak kecuali jika kamera kalian itu adalah anti air.
    6. Hindari segala jenis benturan baik yang berupa benturan ringan maupun beturan keras. Benturan ringan memiliki potensi menyebabkan pergeseran maupun retak tau patah pada komponen lensa, baik itu pada bagian holdernya maupun lensanya. kalo benturan keras suadah bisa dipastikan bisa memrusak lensa serta memecahkan layar kamera digital.

    Akhir kata
    Apa yang saya alami ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kalian yang membeli barang elektronik tidak hanya kamera  digital saja, namun semua barang elektronik bahwa potensi kerusakan sangat besar bisa terjadi jika barang elektronik tersebut jarang dipakai. selain karena jarang dipakai kerusakan bisa diakibatkan karena penyimpanan yang sembrono serta kerusakan fisik karena benturan/terjatuh dan sebagainya. So jangan lupa terapkan tips-tips yang saya sebutkan di atas agar kamera digital kalian tetap awet.
    avatar
    Written by

    "A good boy who keeps dreaming to have a better live but doing nothing to achieve it"