5 Gender Yang Diakui Suku Bugis

5 Gender Yang Diakui Suku Bugis - Suku bugis adalah suku terbesar ke 6 di Indonesia, mendiami pulau sulawesi dalam skala masif terutama di propinsi Sulawesi Selatan.

Tak hanya di Sulawesi, suku Bugis tersebar sampai ke negara seberang seperti Malaysia dan Singapura.

Di Malaysia suku Bugis menjadi salah satu suku yang sangat di perhitungkan. Menjadi suku yang memegang beberapa kesultanan yang ada di Malaysia.

Sebut saja misalnya Kesultanan Johor dan Kesultanan Selangor, kedua kesultanan itu raja-rajanya masih merupakan keturunan Bugis.

Suku Bugis seringkali di samakan dengan suku Makassar. Namun pada hakikatnya ke dua suku asli tanah Sulawesi ini berbeda.

Namun saat ini perbedaan yang cukup menonjol hanyalah dari segi bahasa saja dimana suku bugis menggunakan bahasa Bugis sedangkan suku Makassar menggunakan bahasa Makassar.

Dari segi kebudayaan, suku Bugis dan suku Makassar memilki kebudayaan yang cenderung sama - bahkan sama. Adat-istiadat dan pakaian tradisional misalnya identintik satu sama lain.

Kesamaan budaya ini merupakan sebuah hasil dari proses asimilasi dalam proses penyatuan kekuasaan di masa lalu.

Jadi sebenarnya tidak salah jika kita mengatakan Bugis-Makassar karena ke duanya betu-betul tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

5 Gender Yang Diakui Suku Bugis

Dalam kehidupan sosial orang masyarakat Bugis ada 5 gender yang diakui dan diterima secara umum.

Ke 5 gender itu adalah oroane (laki-laki), makkunrai (perempuan), calabai (banci), calalai (tomboy), and bissu (setengah laki-laki dan setengah perempuan)

Suku Bugis

1. oroane/orane/urane

Merupakan sebutan untuk laki-laki. Oroane merupakan gender umum/normal laki-laki. Mereka yang berpakaian dan berperilaku layaknya laki-laki normal pada umumnya.

2. Makkunrai

Makunrai merupakan sebutan perempuan. Sama halnya seperti oroane, makkunrai di sini mengacu kepada mereka yang layaknya perempuan normal dari segi penampilan dan perilaku.

3. Calabai

Calabai adalah sebutan untuk banci atau bencong. Calabai umumnya sama saja dengan banci yang ada di dareah lain atau di Indonesia secara umum, dimana yang bersangkutan adalah pria tulen yang berperilaku dan berdandan seperti wanita.

4. Calalai

Calalai adalah kebalikan dari calabai. Calalai atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tomboy. Dimana yang bersangkutan adalah wanita yang berperilaku dan berpakaian seperti layaknya seorang laki-laki.

5. Bissu

Bissu merupakan golongan pendeta yang tidak diklasifikasikan sebagai laki-laki ataupun perempuan tulen. Bissu sendiri dikategorikan dalam dua jenis yaitu Bissu dimana yang bersangkutan memiliki dua jenis kelamin, kelamin pria dan wanita (hermaprodit) dan Bissu dimana yang bersangkutan adalah laki-laki yang berperilaku seperti perempuan.

Untuk Bissu kategori ke dua ini, kandidatnya bisa berasal dari calabai yang naik tingkatan.

Bissu memiliki tempat spesial di dalam masyarakat Bugis. Bissu menjadi bagian integral dalam setiap acara adat. Itulah yang menjadi perbedaan dasar atara Bissu dengan Calabai.

Jika kalian berkunjung ke tanah Sulawesi Selatan dan melihat prosesi acara adat terutama acara adat kerajaan, pasti kalian akan melihat ada Bissu yang menjadi bagian acara itu.