Tentang lagu "Seroja" dan Liriknya

Bagi orang yang cukup tua 😤 pasti pernah dengar lagu Seroja [?], mungkin malah suka...

Apa itu Seroja? Mungkin banyak yang belum tahu apa itu seroja atau tepatnya biasa kita sebut bunga seroja.

Bunga Seroja 🌸 adalah sejenis tumbuhan air bernama latin Nelumbo nucifera Gaertn dan dikenal dengan nama Sacred Water Lotus, Sacred Lotus, Chinese Arrowroot dan lain-lain. Di Indonesia disebut bunga seroja/lotus atau bunga teratai namun sebenarnya antara Seroja dan Teratai berbeda.

Bunga Seroja

Seroja inilah yang kemudian dijadikan sebagai sebuah judul lagu bergenre pop melayu yang menjadi soundtrack sebuah film dengan judul yang sama, seroja (tahun 60-an) yang dibintangi oleh Said Effendi.

Banyak yang berpikir bahwa lagu seroja ini adalah ciptaan Said Effendi yang sekaligus mempopulerkannya. Namun semua itu keliru. Lagu seroja ini merupakan lagu melayu yang diciptakan oleh Husein Bawafi.

Lagu ini sangat enak didengarkan, lirik yang sarat makna, serta alunan irama musik melayunya sangat pas. Saya teringat sering mendengarkan lagu ini lewat radio saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Walaupun saat itu saya tidak tahu makna lagu ini saya tetap menikmatinya.

Ada satu penggalan lirik yang mungkin menjadi pesan utama dari lagu ini, "Janganlah Engkau Percaya Dengan Asmara". Penggalan ini bahkan di ulang dua kali disetiap beat...

Namun keterbatasaan ilmu membuat saya sulit untuk memaknai pesan dari lagu ini. Haruskah saya artikan gamblang sahaja, bahwa jangan mempercayai asmara, kenapa karena bermain asmara itu lebih banyak imbas negatifnya.. ahh tidak bisa begitu...

Ada satu artikel yang yang saya baca mengenai lagu seroja ini. Namun itu berasl dari sebuah penggalan cerpen.

"Katanya, lantaran peristiwa itu, ia selalu terkenang lagu “Bunga Seroja”. Dia bilang, lagu itu diciptakan pada masa perjuangan, yang tujuannya mengajak pemuda-pemuda meninggalkan asmara dan terjun ke revolusi".

"Kata pak Gunardi, mari menyusun seroja itu maksudnya mari menyusun “barisan perlawanan”. Kata “bermenung” itu maksudnya “berpangku tangan”. Sedangkan kata “memetik bunga” berarti “mengangkat senjata”. Dalam situasi represif jaman itu, supaya tidak ketahuan Belanda, lirik lagunya memang sengaja diubah."

Sangat masuk akal, lirik lagu seroja ini sangat tepat jika dimaknai demikian...

Namun apakah betul lagu seroja ini merupakan sebuah lagu perjuangan, lagu yang mengajak pejuang-pejuang Indonesia untuk mengangkat senjata melawan supresi penjajah Belanda?

Atau penggalan di atas hanyalah sebuah output dari imajinasi si pengarang cepen yang mampu menghubungkan antara alur cerita cerpennya dengan lagu seroja ini?

Ahh butuh tambahan literasi mengenai hal ini. Namun sungguh layak untuk digali lebih dalam.

Lagu-lagu dulu memang luar biasa, Sarat Akan Pesan Moral, sangat terbalik dengan lagu jaman sekarang. Salah satu alasan mengapa saya suka dengan lagu-lagu lawas, pop, melayu ataupun dangdut.

Karena lagu ini bergenre melayu serta lirik yang bagus membuat lagu ini sangat mudah diterima dan menjadi populer sampai ke Malaysia. Lagu inipun banyak dinyanyikan tak hanya oleh penyanyi-penyanyi Indonesia tapi juga penyany0-penyanyi dari Malaysia.

Sebut saja penyanyi dangdut top Indonesia Hamdan ATT, Elvy Sukaesih ft. Muchsin Alatas menyanyikan lagu ini dengan gendre dangdut melayu, mundur ke belakang ada penyanyi pop Eddy Silitonga dan banyak lainnya.

Dari Malaysia pun ada beberapa yang pernah saya lihat videonya di youtube.

Dari beberapa versi lagu seroja yang saya dapatkan, mungkin versi yang dibawakan oleh penyanyi asal Minang Boy Sandy adalah yang terbaik. Suaranya yang sangat halus sangat pas berpadu dengan lagu seroja ini.

Silahkan didengarkan...

Lirik

"SEROJA"


Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah… ah…

Rupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar saja

Reff
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingung
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingung

Janganlah engkau percaya dengan asmara ..
Janganlah engkau percaya dengan asmara ..
Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja

Rupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar saja

yang mau mendengarkan versi original yang dibawakan oleh Said Effendi silahkan klik link di bawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=G3AFM9m-22o