Raise the Red Lantern, kecemburuan dalam poligami yang berujung bencana

- Diupdate Juli 27, 2022

Poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan).

Praktik poligami ini sudah ada sejak jaman dulu, dimanapun, dalam budaya apapun, dalam agama apapun dan dalam dinasti apapun.

Kalau jaman sekarang praktik ini banyak dilakukan oleh orang islam (?). Sah-sah saja, poligami bukanlah praktik terlarang, malah dianjurkan dalam islam.

Tapi yah selama syaratnya terpenuhi, yaitu mampu dan istrinya siap dipoligami. Jika tidak mampu memenuhi syarat tersebut, jangan coba-coba, pasti banyak ributnya.

Tapi kali ini admin tidak akan membahas poligami dalam agama tertentu dan sebagainya, melainkan sebuah film China/Tiongkok yang bertema poligami.

Baca juga: Cara nonton drama China sub Indonesia gratis

Film ini berjudul Raise the Red Lantern (Hanzi sederhana: 大红灯笼高高挂; Hanzi tradisional: 大紅燈籠高高掛; Pinyin: Dà Hóng Dēnglong Gāogāo Guà), sebuah film lawas (1991) yang diperankan oleh aktris legendaris Gong Li.

Raise the Red Lantern - Sinopsis dan link nonton
Raise the Red Lantern (1991), Sumber: IMDB

Film yang disutradarai oleh Zhang Yimou ini merupakan adaptasi dari Wives and Concubines karya Su Tong dan mengambil latar pada tahun 1920-an di Era Panglima Perang.

Sinopsis Film Raise the Red Lantern

Songlian (Gong Li) adalah seorang wanita muda yang dijodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang lelaki paruh baya yang tinggal di provinsi Shanxi.

Songlian sendiri merupakan gadis terpelajar, bersekolah setidaknya setengah semester namun karena ayahnya meninggal sehingga Ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya.

Iapun dengan terpaksa harus menerima perjodohan dengan seorang Tuan dari keluarga Chen yang kaya raya. Ia juga harus menerima kenyataan bahwa Ia akan bersatus sebagai istri ke 4 dari Tuan Chen.

Masih menggunakan seragam sekolahnya, Songlian pun berangkat menuju ke kediaman suaminya itu. Setibanya di sana, Iapun di sambut oleh seorang pelayan keluarga Chen.

Sebelum menuju ke kamar yang telah disiapkan untuknya, Songlian menuju ke arah seorang pembantu yang sedang mencuci pakaian bernama Yan'er.

Ia kemudian mengajak berbicara pembantu tersebut dan setelah pembantu tersebut mengetahui bahwa Songlian adalah istri ke 4 tuan Chen, Yan'er malah memberikan respon yang sangat judes.

Untuk menyambut kedatangan Songlian, keluarga Chen menaikkan lentera merah menghiasi sepanjang lorong menuju kamar sang pengantin baru.

Tidak hanya di lorong saja, kamar pengantin pun di hiasi dengan gantungan lentera merah. Menggantung lentera merah saat perayaan pernikahan memang merupakan kultur di Tiongkok.

Sesampainya di kamar, Songlian langsun dilayani oleh beberapa orang pembantu layaknya seorang putri bangsawan.

Kakinya dibersihakan dan kemudian diberi pijatan sensual menggunakan sebuah alat pijat berbentuk seperi palu dengan menghasilkan bunyi gemercik/lonceng.

Keesokan harinya, Songlian harus mengunjungi ketiga istri lainnya sebagai sebuah tradisi. Istri pertama bernama Yuru sudah paruh baya dan memiliki anak laki-laki yang seumuran dengan Songlian dan sedang bersekolah di kota.

Istri kedua Zhouyun, memiliki seorang putri yang umurnya masih tahun. Zhouyun menyambut Songlian dengan sangat ramah dan penuh perhatian.

Istri ketiga bernama Meishan, seorang mantan penyanyi opera dan juga memiliki anak lelaki yang seumuran dengan anak Zhouyun.

Yan'er kemudian ditunjuk menjadi pelayan pribadi Songlian, naamun sikap judes dan tidak bersahabatnya kerap kali Ia tunjukkan.

Bahkan saat akan mencuci pakaian dalam Songlian, Dalam perjalanan menuju tempat mencuci ia akan mengumpat dan bahkan meludahi pakaian dalam tersebut.

Ternyata hal tersebut dikarenakan kecemburuan Yan'er terhadap Songlian. Yan'er sendiri memiliki hubungan gelap dengan Tuan Chen bahkan mengira bahwa Ialah yang akan menjadi istri ke 4 di keluarga Chen.

Suatu hari Songlian mendengar irama seruling. Iapun menemukan seorang pemuda tampan yang memainkannya.

Pemuda tersebut adalah anak pertama tuan Chen dan Yuru. Entah kenapa pada scene ini seperti ada vibe akan munculnya hubungan terlarang antara anak dan ibu tiri hahaha.

Songlian kembali ke kamarnya dan mencari seruling pemberian ayahnya namun Ia tidak dapat menemukannya.

Iapun mencurigai Yan'er mencurinya, Ia memanggil Yan'er dan memarahinya. Yan'er membantah dan Songlian pun menuju ke kamar Yan'er untuk mencari serulingnya.

Sesampai di kamar Yan'er, Songlian terkejut mendapati sejumlah lentera merah tergantung di kamar Yan'er. Sebuah pelanggaran serius dan tidak pantas yang dilakukan seorang pelayan.

Bukannya menemukan serulingnya, Songlian malah menemukan sebuah boneka yang bertuliskan namanya dan ditusuk banyak jarum.

Songlian menyadari bahwa Yan'er buta huruf dan mengancam akan membongkar masalah lentera jika Yan'er tidak memberitahukan siapa yang menulis namaya paa boneka tersebut.

Yan'er pun mengaku bahwa yang menulis nama Songlian adalah istri kedua, Zhouyun. Songlian mulai menyadari betapa munafiknya Zhouyun.

Di malam-malam berikutnya Tuan Chen menginap di kamar Zhouyun. Bunyi pijatan kaki terdengar sampai ke seluruh kompleks keluarga. Songlian yang mendengarnya mulai merasakan kecemburuan yang hebat.

Songlian yang mendengar nyanyian Meishan di pagi buta kemudian menemui istri ketiga tuan Chen tersebut. Meishan memang seperti itu, sering menyanyi di pagi buta untuk menggangu istri dan Tuan Chen lainnya.

Hubungan keduanya juga menjadi dekat. Meishan bahkan menceritakan kecemburuan diantara para istri terutama dirinya dengan Zhouyun.

Meishan bahkan membeberkan betapa jahatnya Zhouyun yang pernah mencoba mencelakainya saat sedang mengandung dengan menggunakan racun. Meishan menyebut Zhouyun perempuan bermuka budha berhati kalajengking.

Songlian juga mengetahui bahwa Meishan juga menjalin hubungan terlarang dengan dokter Gao, dokter keluarga Chen. Hubungan yang mencul sebagai efek jablay alias jarang dibelai oleh Tuan Chen.

Rasa cemburu Tuan Chen tak kunjung menginap dan provokasi Yan'er membuat Songlian mulai merencanakan sesuatu. Ia kemudian berpura-pura hamil.

Tuan Chen sangat bahagia, Ia kemudian memerintakan pelayan menyalakan lentera merah di sepanjang lorong menuju kamar Songlian. Songlian menerima perlakuan mewah, bahkan pijatan relaksasi dari Zhoyun.

Namun naas, kebohongan Songlian terbongkar. Berawal dari celana dalamnya yang terdapat bercak darah menstruasi, Yan'er memberitahukan hal tersebut ke Zhouyun. Zhouyun kemudian memanggil dokter Gao untuk melakukan pemeriksaan.

Mengetahui hal tersebut Tuan Chen marah besar. Ia bahkan menyuruh pelayan untuk mematikan lentera merah dan menutupnya dengan kain hitam. Sebuah simbol kemarahan atas kesalahan Songlian.

Songlian marah dan menemukan bahwa kebohongan terbongkar karena Yan'er. Ia kemudian membocorkan kelakuan Yan'er yang menggantung lentera merah di dalam kamarnya.

Yan'er kemudian dihukum berlutut di depan lentera merah yang di bakar di halaman kompleks. Ia juga dituntut untuk meminta maaf kepada keluarga. 

Namun Yan'er memilih diam, tetap berlutut di malam dingin bersalju sampai akhirnya Ia pingsan tak sadarkan diri.

Yan'er akhirnya meninggal di rumah sakit. Jasadnya dikembalikan ke kedua orang tuanya di kampung halamannya. Mendengar berita kematian Yan'er, Songlian terpukul.

Kematian Yan'er bertepatan dengan ulang tahun Songlian. Iapun meminta arak kepada pelayan dan minum sapai mabuk.

Dalam keadaan mabuk, ia mulai mengatakan banyak hal termasuk perselingkuhan Meishan dengan dokter Gao. Zhoyun yang mendengarnya tidak tinggal diam.

Keesokan harinya, Songlian melihat Meishan dibawa ke ruangan eksekusi. Zhouyun dan pelayan kemudian memberitahukan bahwa Meishan tertangkap basah bersama dokter Gao di dalam kamar hotel dan semua itu karena informasi Songlian.

Songlian kemudian mendapati Meishan dihukum gantung dan hal itu membuat Songlian histeris. Jiwanya terguncang sangat parah. Songlian akhirnya menjadi gila

Kecemburuan antara sesama istri menimbulkan bencana, trik dan intrik untuk saling mencelakai muncul diantara mereka. 

Imbasnya dua nyawa harus melayang dan satu menjadi gila, Yan'er sang pelayan yang berharap untuk menjadi istri Tuan Chen, Meishan istri ketiga yang kurang perhatian dan Songlian yang mentalnya hancur.

Scene terakhir film ini ditutup dengan kemunculan istri kelima, Ia bertanya siapakah perempuan yang sedang mondar-mandir itu. Pelayan menjawab dia adalah istri keempat...

Nonton Film Raise the Red Lantern

Nah bagi yang penasaran ingin menonton film ini dengan subtitel bahasa Indonesia, silahkan nonton dibawah di bawah ya.

Posting Komentar Sembunyikan Komentar

Batalkan