Di Kandang Sendiri, Apple Menang Telak: Dominasi iPhone di Pasar Smartphone China 2026
Di negeri yang melahirkan Huawei, Honor, dan Xiaomi brand Amerika justru berdiri paling kokoh di puncak.
Ironi yang tak pernah habis dibahas: di tengah perang dagang yang memanas antara Washington dan Beijing, di tengah kampanye "beli produk lokal" yang digaungkan jutaan netizen Weibo, di tengah tekanan geopolitik yang membuat banyak perusahaan AS terpaksa angkat kaki dari China justru iPhone tetap bertahta. Bukan sekadar bertahan, melainkan mendominasi dengan jarak yang tak terbantahkan.
Inilah realita pasar smartphone China di minggu ke-10 tahun 2026 (W10 2026).
iPhone 17 Pro Max: Raja yang Tak Tergoyahkan
Jika Anda bertaruh bahwa tekanan dari pemerintah China atau serbuan smartphone lokal akan menggeser iPhone dari singgasananya Anda kalah.
iPhone 17 Pro Max kukuh di posisi pertama. Bersama iPhone 17 di posisi kedua, keduanya menciptakan jurang pemisah yang kentara dari para pesaingnya. Hingga pekan ke-9 (per 1 Maret 2026), iPhone 17 series sudah terjual 23,84 juta unit secara kumulatif di China. iPhone 17 Pro Max sendiri telah menembus angka 10 juta unit, sebuah pencapaian yang bahkan banyak brand lokal tier-atas pun sulit bayangkan untuk satu model tunggal.
Satu-satunya catatan menarik: iPhone 17 Pro turun dari top 3, tergeser oleh Honor X70. Apakah ini sinyal pembalikan? Terlalu dini untuk disimpulkan. Terlebih, iPhone 17e yang mulai dijual 11 Maret 2026 diprediksi langsung masuk TOP 30 menambah tekanan dari lineup Apple yang makin lengkap.
Guncangan di Papan Tengah: Honor dan Huawei Bangkit
Sementara Apple mendominasi puncak, pergolakan sesungguhnya terjadi di posisi 3 hingga 30.
Honor X70 sukses menyodok kembali ke posisi ketiga sebuah comeback yang tidak main-main. Varian 8GB+128GB kini dibanderol Rp 3,1 jutaan (1.399 yuan), meski harus dipesan terlebih dulu karena stok terbatas. Kenaikan harga memori menjadi faktor yang terasa di seluruh ekosistem smartphone China saat ini.
Tak mau kalah, Huawei mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka jauh dari kata "terpuruk". Empat model Huawei masuk daftar 30 besar minggu ini:
- Huawei Mate 80 (peringkat 5) flagship terlaris dari brand lokal, harga sekitar Rp 14,8 juta (4.199 yuan)
- Huawei Pura 80 (peringkat 19)
- Huawei Mate 80 Pro Max (peringkat 24)
- Huawei Mate 80 Pro (peringkat 28)
Ditambah lini mid-range: Huawei Nova 15 (peringkat 8) dan Nova 15 Pro yang juga masuk papan. Bahkan seri Huawei Enjoy 90 baru saja diumumkan resmi ekspansi yang konsisten ke segmen entry-level.
Pertarungan Sengit di Segmen Mid-Range
OPPO Reno 15 bertengger di posisi enam, menjadi "self-portrait flagship" terlaris minggu ini dengan harga Rp 8,6 juta (2.451 yuan). Namun ada kabar yang membayangi: OPPO mengumumkan penyesuaian harga per 16 Maret untuk sejumlah model termasuk kemungkinan sub-brand OnePlus. Jika harga naik, posisi OPPO di papan atas bisa terpengaruh.
Tepat di belakangnya, vivo S50 (peringkat 7) hadir dengan proposisi serupa: harga identik dengan Reno 15, layar 6,59 inci, dan lensa telephoto periskop 50MP. Persaingan antara dua brand ini seperti bayangan yang saling mengejar.
Di lini vivo lainnya, yang paling menarik perhatian adalah vivo X300 (peringkat 30) satu-satunya Android flagship non-Huawei yang berhasil menembus daftar 30 besar minggu ini. Sebuah posisi yang terasa kesepian, sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas atas.
Xiaomi/Redmi: Diam-Diam Menghimpun
Redmi tampil konsisten meski tanpa drama. Redmi 15R (peringkat 12) jadi andalan model operator yang memang selalu punya basis pembeli tersendiri di China. Tiga model lain turut masuk daftar:
- Redmi Turbo 5 Max: Chip flagship + baterai ultra-panjang, harga mulai Rp 5,2 juta (1.869 yuan). Varian 16GB+512GB disebut sebagai pilihan utama jika budget memadai.
- Redmi K90: Layar flagship mid-size, Snapdragon 8 Elite, baterai 7.100 mAh, plus lensa telephoto 50MP kombinasi yang jarang ada di kelasnya.
- Redmi Note 15 Pro: Bodi tahan banting, IP rating tertinggi di kelasnya, kamera solid mulai dari Rp 4,5 juta (1.274 yuan).
Apa Artinya Semua Ini?
Pasar smartphone China 2026 adalah cermin yang jujur tentang perilaku konsumen yang tidak selalu sejalan dengan narasi politik.
Apple menang bukan karena "keberuntungan geopolitik", melainkan karena ekosistem, brand equity, dan loyalitas pengguna yang dibangun selama dua dekade. Sementara itu, brand lokal China terutama Huawei dan Honor terus melakukan konsolidasi, memperluas lini produk, dan merebut kembali pasar segmen demi segmen.
Yang menarik: tidak ada satu pun brand Korea (Samsung) atau Eropa yang masuk dalam 30 besar. Perang sesungguhnya di pasar China adalah antara Apple versus semua brand lokal dan untuk saat ini, Apple masih memimpin.
Pertanyaannya tinggal: sampai kapan?