The Giant Robot Duel, Pertarungan Robot Raksasa Di Dunia Nyata

23 Oktober

Bukan Optimus Prime versus Megatron, tetapi Iron Glory dan Eagle Prime versus Kuratas. Duel yang melibatkan startup robot asal Amerika Megabots dan Suidobashi Heavy Industry asal Jepang merupakan duel robot raksasa pertama yang pernah dilakukan!

The Giant Robot Duel


Spoiler!

Kembali ke tahun 2015, saat itu team Megabots mengetahui bahwa Suidobashi Heavy Industry juga mengembangkan robot raksasa dan merekapun menantang duel Suidobashi. Pabrikan asal negeri sakura itu pun menerima tantangan tersebut dengan satu syarat, duel harus "hand-to-hand combat". Setelah 2 tahun menunggu akhirnya duel robot raksasa ini pun terlaksana. Tepatnya hari jumat kemarin yang berlokasi di sebuah pabrik besi tua di Jepang.

Spesifikasi Robot

IRON GLORY (MK2)  
CountryUSA 
Height15' 
Weight6 tons 
Wingspan22' 
Top Speed2.5 mph 
Power24 hp 
Weapons6 Cannon 
 20x Missile Launcher 

KURATAS  
CountryJapan 
Height13' 
Weight6.5 tons 
Wingspan20' 
Top Speed18 mph 
Power87 hp 
WeaponsIchigeki Fist 
 Articulating Hand 
 18-mm Sub-Machine Gun 

EAGLE PRIME (MK3)  
CountryUSA 
Height16' 
Weight12 tons 
Wingspan40' 
Top Speed10 mph 
Power430 hp 
WeaponsLogging Crapple 
 4' Chainsword 
 Double-Barreled Cannon


Dalam duel ini tidak melibatkan dua robot raksasa melainkan tiga. Tim Megabots membawa 2 robot mereka yang diberi nama Iron Glory dan Eagle Prime. Sedangkan di pihak Suidobashi hanya membawa satu robot saja yaitu Kuratas. Dua kali duel dimana Kuratas harus melawan dua robot tentunya sudah disepakati oleh kedua pihak.


Jalannya Duel

Duel dilakukan sebanyak dua kali dimana Kuratas harus melawan Iron Glory dan Eagle Prime secara bergiliran.

Duel 1, Iron Glory Vs Kuratas

Kedua robot memasuki arena dan tidak lama kemudian trompet dibunyikan sebagai tanda dimulainya duel. Kuratas yang dikendarai oleh Kogoro Kuratas mulai bergerak dengan kecepatan penuh ke arah Iron Glory yang dikendarai oleh Gui Cavalcanti. Dengan mengarahkan tangan kirinya yang besar ditambah dengan kecepatan tinggi tentunya impak akan menghasilkan momentum yang besar, dan benar saja, Iron Glory berhasil di jatuhkan dengan tinju Ichigaki. Sekalipun Iron Glory memiliki dimensi yang jauh lebih besar, namun dengan beban pada bagian atas yang lebih besar tinju ichijaki dai Kuratas berhasi dengan sempurna. Bukannya tanpa perlawanan, Iron Glory sempat menembakkan meriamnya namun meleset. Kuratas menang!


Duel 2, Kuratas Vs Eagle Prime

Pada duel yang kedua ini, Eagle Prime yang dikendarai oleh Matt Oehrlein dan Kuratas yang dikontrol oleh Kurata terlihat jauh lebih taktis dari duel yang pertama. Saat trompet dibunyikan, Kuratas langsung bergerak ke belakang susunan drum untuk berlindung. Sedangkan Eagle Prime mulai melepaskan tembakan. Tembakan ke duanya mengenai dan merusak pelindung kaki dari Kuratas. kuratas langsung meluncurkan sebuah drone untuk mengalihkan Eagle Prime namun bisa langsung dihancurkan dengan sekali tepukan. Kedua robot raksasa ini akhirnya saling mendekat. Eagle Prime tampak bringas dengan menjatuhkan tumpukan mobil tua yang menghalangi jalannya. Pertarungan jarak dekatpun dilakukan. Kuratas meninju bagian dada dari Eagle Prime seakan ingin mengulangi kesuksesan dari duel pertama. Namun Eagle Prime jauh laebih stabil dengan pusat beban ada pada bagian bawah. Sebaliknya Eagle Prime kemudian menjept tangan Kuratas dan melepaskan tembakan ke perut Kuratas kemudian berusaha merusaknya dengan menggunakan moncong meriam di tangan kanannya. Trumpet berbunyi! terdengar aba-aba dari radio untuk segera menghentikan duel.

Rehat

Ada-ada saja kenapa juga harus ada rehat, toh ini bukan ILC. Pada masa rehat ini kedua robot di reset dan beberapa peralatan dan juga senjata diganti.

Duel Dilanjutkan...

Setelah rehat bebrapa saat, kedua robot kebali berhadapan di arena. Eagle Prime tampak berbeda. Tangan kananya sebelumnya berupa cannon launcher dan kini berubah menjadi gergaji dengan panjang 4 kaki dan tenaga 40 hp. Kuratas mulai bergerak dan menembakkan senapan mesin yang mampu melontarkan peluru sebanyak 2000 butir per menitnya. Eagle Prime bereaksi, mengambil stand lampu sorot didekatnya, lalu memutarnya untuk menghalangi peluru dari Kuratas. Ia kemudian menggunakan gergajinya untuk menghacurkan senjata Kurata, mendorongnya dan berusaha memotong lengan Kuratas. Trumpet kemudian dibunyikan, Eagle Prime menang!.



Tonton Videonya: The Giant Robot Duel

Akhirnya team Megabot keluar sebagai pemenangnya. Duel robot ini tentunya tidak seperti yang kita lihat di film box-office. Gerakannya lambat dan kaku. Namun setidaknya ini adalah sebuah duel robot raksasa nyata bukan sebuah karya sci-fi. Dan juga duel ini cukup menarik dan menghibur, menunjukkan kepada kita bahwa industri permesinan dalam hal ini robot semakin maju. Bisa saja jika salah satu dari industri robot tersebut merupakan cikal bakal dari Skynet yang akan memproduksi robot terminator seperti seri T-800 yang akan menguasai dunia dan memperbudak umat manusia..