Ketika Template AMP Blogger Kehilangan Pamornya

Para pengembang sadar bahwa semakin ke depan pengguna perangkat selular semakin banyak. Hal ini akan meningkatkan jumlah pengakses laman web dengan menggunakan perangkat seluler. Mereka pun mulai memberikan perhatian khusus terhadap perngakat seluler serta penggunanya.

Ukuran layar yang semakin besar serta laman web yang user-friendly membuat para pengakses betah berlama-lama berselancar. Mungkin saja di masa depan perngakat seluler akan menggantikan peran desktop secara utuh dalam hal akses web.


Contohnya di blog ini saja, 80% lebih pengaksesnya menggunakan perangkat seluler, sisanya adalah menggunakan desktop dan lain-lain. 80% itu angka yang sangat besar. Jadi sama sekali tidak salah jika laman yang ditampilkan di perangkat seluler harus se-user-friendly mungkin.

Tahun 2016 lalu ketika AMP (Accelerated Mobile Pages) atau dalam bahasa Indonesia Laman yang dipercepat Seluler mulai terlihat luas memunculkan antusiasme para blogger. Bagaimana tidak, AMP menjanjikan peningkatan kecepatan akses laman web yang cukup signifikan.

Blogger Indonesia yang sering membuat template blogger seperti Kang Ismet dan Kompiajaib pun mulai membuat template yang mendukung fungsi AMP yang kemudian mereka bagikan gratis. Pokoknya template AMP sangat populer pada awal-awalnya.

Apa itu AMP

"AMP adalah pustaka sumber terbuka yang menyediakan cara mudah untuk membuat halaman web yang menarik, halus, dan memuat secara instan bagi pengguna. Halaman AMP hanya halaman web yang dapat Anda tautkan dan dikontrol oleh Anda".

Intinya adalah AMP berupa sebuah fungsi yang bertujuan untuk membuat sebuah laman web menjadi seuser friendly mungkin, halus serta cepat saat diakses di perangkat seluler.

Untuk lebih jelasnya silahkan mengunjungi laman resmi ampproject.

Komponen Utama AMP

AMP disusun atas 3 komponen ini yaitu:
  1. AMP Html
  2. AMP JS
  3. AMP Cache

Penerapan AMP

Untuk bisa menerapkan AMP pada blog diperlukan usaha yang berbeda untuk setiap platform blog. Untuk wordpress cukup menggunakan plug-in AMP sedangkan untuk blogger/blogspot, diperlukan usaha yang jauh lebih keras, pengetahuan koding karena harus dipasang secara manual pada padan html template.

Apakah blogger.com support AMP?

Jawaban saya tidak. Platform dari google ini belum support AMP sama sekali. Jika mereka support, seharusnya mereka membuat pluggin layaknya wordpress.

Kesalahan para pembuat template AMP untuk blogger.com

Sesuai dengan namanya, AMP seharusnya muncul pada saat laman diakses pada perangkat seluler saja. Namun beberapa pembuat template mengabaikan hal tersebut. Mereka asal membuat template dengan fungsi AMP yang aktif saat diakses di desktop dan seluler sekaligus.

Untuk menerapkan AMP seharusnya menggunakan tag-tag kondisional khusus mobile seperti yang dituliskan pada artikel kompiajaib ini.

AMP dan SEO

Apakah mengimplementasikan AMP pada blog dapat meningkatkan popularitas laman di mata mesin pencari?

Dari ampproject sendiri tidak pernah secara eksplisit mengatakan AMP meningkatkan posisi laman di mata mesin pencari. Kita hanya bisa berspekulasi bahwa loading yang cepat karena AMP akan membuat laman lebih disukai mesin pencari khususnya Google.

Keuntungan dan kerugian menggunakan AMP

Ada beberapa keuntungan mengimplementasikan AMP pada blog yang saya kutip dari vrigo.net yaitu:
  1. Meningkatkan Loading Website bagi Pengguna Mobile
  2. Meningkatkan Peringkat Search Engine (khususnya pencarian Mobile)
  3. Meningkatkan Visibilitas bagi Publisher
  4. Meningkatkan Kinerja Server

Kerugian yang diberikan AMP berikut ini saya kutip dari jawaban seorang blogger profesional yang ditulis di situs tanya jawab quora
  1. AMP sangat memengaruhi Pendapatan Iklan Anda.
  2. Anda Tidak Bisa Menggunakan JavaScript sama sekali!
  3. Anda tidak dapat menggunakan Formulir Komentar Blogger resmi
  4. Anda Tidak Bisa Menggunakan Editor Template Blogger
  5. Semua Gambar Diposting di blog Anda harus Diedit
  6. Anda tidak dapat menggunakan Widget di Sidebar
  7. Anda Tidak Dapat Menjual item di Blog Anda
  8. Semua Video dan Audio yang disematkan di dalam Kiriman Harus Diedit
  9. Semua tag iframe yang digunakan di dalam Post harus diedit
  10. Formulir Berlangganan Email Tidak Dapat Digunakan
  11. AMP mendukung Jaringan Iklan terbatas. BuySellAds tidak didukung.
  12. Atribut XMLNS harus dihapus

Perlu diketahui bahwa yang paling menjengkelkan pada implementasi AMP pada blog berplatform blogger/blogspot adalah penyesuaiannya.

Setiap gambar yang dimasukkan dalam artikel harus disesuaikan, dirubah tagnya dari img ke amp-img. Coba bayangkan saja jika blognya adalah blog tutorial yang memiliki banyak gambar, bisa keriting tuh jari.

Selain itu proses styling yang terbatas. AMP mengharuskan komponen xml yang dibuat harus komponen AMP agar valid. Komponen lain seperti javascript dan css baik internal maupun eksternal tidak diperbolehkan sama sekali. Tentunya hal ini akan sangat membatasi styling.

Ketika Template AMP Blogger Kehilangan  Pamornya

Tidak seperti saat awal dirilis, pengguna template AMP yang tiba-tiba meledak saat ini merosot tajam. Mereka beralih kembali ke template non-AMP.

Alasannya karena pendapatan dari penayangan iklan adsense yang katanya menurun drastis. Di forum ads Indonesia, ada member yang mengatakan bahwa revenuenya turun sampai 50%.

50% itu gila sangat besar. Bayangkan jika para teman-teman blogger yang menjadikan penghasilan dari periklanan Adsense sebagai sumber penghasilan utamanya mengalami hal ini. Tekor kan.