Tetanggaku yang suka mutar musik keras-keras

20 Februari

Di jaman SD saya dulu salah satu pelajaran tentang kewarganegaraan membahas tentang tata cara bertetangga yang baik. Dalam pelajaran itu dikatakan bahwa sesama tetangga harus saling hormat-menghormati, harga-menghargai, tolong-menolong. Istilahnya tenggang rasa kalau tidak salah.

Salah satu dari wujud dari tenggang rasa ini yaitu dengan tidak menyetal musik keras-keras apalagi kalau sampai tengah malam. Lalu bagaimana jika kalian memiliki tetangga yang malah suka menyetel musik dengan volume keras sampai tengah malam? Apakah itu tanda mereka tidak menghormati dan menghargai tetangganya?. Saya punya loh tetangga seperti itu..





Apakah itu tanda mereka tidak menghormati dan menghargai tetangganya?
Singkat kata saya bilang iya. Jika anda ingin mendengarkan musik, maka dengarkanlah sendiri tidak perlu ngajak tetangga kalian. Pakai headset yang high-quality lalu stel volumenya sampai mentok, sampai kuping anda budek yah terserah anda.

Tetangga saya ini loh, kadang mutar musik dangdut dan karaokean sampai kedengaran satu kampung. Sudah seperti dangdutan di acara nikahan pokoknya. Yang lebih parah parah karena kadang sampai tengah malam. Apakah tetangga terganggu? ada yang iya ada yang tidak. Yang bilang tidak mereka yang punya rumah berdinding batu dan agak jauh. Sedang yang bilang iya adalah mereka yang rumahnya dekat apalagi kalau rumahnya punya dinding kayu.

Mungkin ada yang bertanya, loh kok volumenya bisa segede itu? pakai speaker apa memang? Sepakernya pakai speaker elekton bro karenya yang bersangkutan memang pemain elekton. Makanya ketika saya bilang suaranya musiknya terdengar satu kampung saya tidak sedang membual atau melebih-lebihkan.

Selain ada tetangga yang merasa sangat terganggu, ternyata banyak juga yang merasa senang terutama anak-anak muda yang suka dangdutan termasuk saya sih hahaha. apalagi tetangga saya ini suka mengundang rekan-rekannya para biduan-biduan muda dan cantik. Kadang malah pernah mengundang artis lokal.

Penonton yang datang juga kadang bisa sangat ramai. Pokoknya kayak acara dangutan nikahan lah. Pengendara yang lewat kadang dibuat bingung. Bahkan pernah ada kejadian seorang pengendara motor dari kampung tetangga yang kebetulan lewat singgah bertanya: "Ini yang nikah siapa ya mas?".

Kalau saya pribadi sih yah silahkan saja yang penting tertib, volumenya jangan terlalu besar dan juga lihat waktu. Malam itu waktunya orang beristirahat setelah melakukan aktivitas seharian yang melelahkan. Tubuh butuh rileks dan istirahat. Kalau volumenya gak terlalu besar mungkin malah akan menghibur tetangga yang sedang beristirahat. Waktunya juga, jangan mutar musik saat waktunya orang beribadah, itu jelas-jelas mengganggu. Apalagi kalau sampai tengah malam, orang mau tidur oi.

Akhirnya tetangga saya ini pernah ada yang menegur akhirnya mereka kalau main musik dan karaokean volumenya lebih kecil dan tidak sampai larut malam. Intensitasnya juga berkurang dan yang datang nonton juga sudah tidak banyak seperti sebelumnya. Pokoknya lebih amanlah.

Bagaimana kalau kalian punya tetangga yang seperti ini?
Nah jika kalian punya tetangga songong seperti ini maka silahkan tegur saja langsung. Yang penting negurnya baik-baik saja, jangan emosi nanti jatuhnya malah ribut.

Kalau kalian tidak berani menegur sendiri maka laporkan ke pak RT atau pak RW. Itu tugas mereka menjaga ketertiban dan kerukunan bertetangga. Sebenarnya tanpa dilaporkan pun seharusnya pak RT atau pak RW sudah wajib untuk menegur langsung.

Akhir kata yah dalam kehidupan bertetangga, utamakan sikap tenggang rasa, dijamin kehidupan bertetangga akan terasa lebih aman dan nyaman.