Bahan makanan yang sering kita makan ini ternyata beracun 🍄

- Diupdate 02 Agustus

Percaya atau tidak, ada beberapa jenis bahan makanan yang sering kita konsumsi sehari-hari ternyata berbahaya karena mengandung senyawa toksik alias beracun. Lalu makanan apa saja itu? silahkan disimak dalam artikel ini.

1. Jamur

jamur

Jamur merupakan sayuran yang sangat populer. Rasanya yang sangat gurih aka umami membuat sayuran "bertudung" ini cukup laku di pasaran. Namun ternyata banyak jenis jamur yang tidak bisa dikonsumsi karena beracun.

Jamur beracun dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama "Toadstool". Modelnya ada yang mencolok dengan warna terang dan berbintik, ada juga yang sama dengan jamur yang tidak beracun dan hal ini yang membuatnya sulit untuk dibedakan. Maka dari itu jika ingin mengkonsumsi jamur sebaiknya beli yang ada di pasar atau supermarket karena yang dijual di sana sudah pasti jamur yang tidak beracun. Hindari mengambil jamur untuk dimasak saat kalian sedang berkemah kecuali jika kalian mampu membedakan jamur biasa dan yang beracun.

Keracunan Toadstool dalam tingkat yang rendah umumnya akan mulai terasa dalam 6 jam setelah dimakan. Sedangkan tingkat yang parah akan terasa dalam 2 jam bakan bisa dalam 15 - 45 menit. Keracunan karena jamur umumnya mempengaruhi otak dan tulang belakang.

Tanda-tanda keracunan jamur antara lain Peningkatan air mata dan air liur Penyempitan (konstriksi) pupil Berkeringat Muntah, kram perut, diare Pusing Otot berkedut (fasikulasi) Kebingungan, koma, kejang (kadang-kadang).

2. Apel

apel

Buah yang namanya juga menjadi brand salah satu produk elektronik tekemuka asal Amerika Serikat ini ternyata masuk ke dalam daftar makanan yang mengandung senyawa beracun.

Apel merupakan buah yang sangat populer. Rasanya yang manis dan krenyes-krenyes saat digigit membuat buah ini sangat cocok dinikmati dalam suasana apa saja. Selain rasanya yang mampu menyegarkan leher, buah ini kaya akan kandungan yang menyehatkan seperti senyawa antioksidan.

Namun siapa sangka buah yang berasal dari daratan Asia Tengah ini ternyata mengandung senyawa toksik. Apel mengandung senyawa Amygdalin namun dosisnya terbilang kecil. Amygdalin ini terdapat di dalam biji apel. Saat biji apel terkunya, Amygdalin ini akan melepaskan Sianida sistem peredaran darah. Dalam jumlah kecil tentunya sianida ini tidak akan memberikan efek apapun. Namun jika jumlahnya banyak bisa menyebabkan keracunan dan kematian.

Mengunyah dan menelan beberapa biji apel tidak menyebabkan keracunan, namun sangat disarankan membuangnya untuk menghindari segara potensi keracunan.

3. Tomat

tomat

Tomat merupakan salah satu sayuran yang sering digunakan dalam masakan di Indonesia. Buah dari tanaman asli asal Amerika Tengah ini mampu memberi cita rasa gurih dan segar karena kandungan Monosodium Glutamat (MSG)-nya.

Mungkin sangat mengejutkan jika tomat masuk ke dalam daftar bahan makanan yang beracun. Toh selama ini kita makan tomat baik secara matang atau mentah sebagai lalapan masih aman-aman saja. Terus bagaimana bisa beracun?

Siapa sangka dalam buah tomat mengandung senyawa Glikoalkaloid (Glycoalkaloids) terutama tomatin dan Solanin. Senyawa Glikoalkaloid ini bersifat toksik yang bisa membahayakan jika tertelan dalam jumlah yang banyak. kandungan senyawa toksik ini cukup banyak pada buah tomat yang masih mentah (hijau). 

Gejala keracunan karena tomat berupa demam, sakit perut, diare, muntah, mengantuk, dan lesu. Untuk menghindari keracunan, pilihlah yang benar-benar matang ditandai dengan warna oranye-merah kecuali untuk varian tomat hijau. 

5. Kentang

kentang

Kentang pertama kali diperkenalkan dari Amerika ke Eropa oleh penjelajah Spanyol dan Portugis pada pertengahan abad ke 16. Sejak saat itu anaman kentang ini kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia tepatnya sekitar tahun 1794.

Kentang mungkin sudah terkenal sejak dari dulu bahwa umbi-umbian yang satu ini mengandung racun yang mematikan. Sama seperti tomat, kentang mengandung senyawa Glikoalkaloid berupa alpha-solanin dan alpha-chaconine yang tinggi. bagian dari tanaman kentang yang memiliki kandungan Glikoalkaloid ini mulai dari kandungan yang tertinggi ke yang terendah yaitu bunga, tunas, daun, dan umbi terutama kulitnya.

Kasus keracunan karena kentang tercatat terjadi pada September 2015 melibatkan dua orang yang tinggal serumah. Kedua orang tersebut mengalami mati pada lidah dan sensasi terbakar pada mulut setelah memakan kentang rebus. Hasil pemeriksaan dari sampel urin yang diambil oleh pihak rumah sakit menunjukkan adanya kandungan solanin dalam urin korban.

Kentang memang bahan sayuran yang enak. rasanya yang gurih dan lembut tentu saja membuat sayuran ini digemari. Namun kita perlu berhati-hati dalam penyajiannya mengingat kandungan senyawa toksik pada kentang ini. Agar terhindar dari bahaya keracunan saat menggunakan kentang sebagai bahan sayuran yaitu dengan mengupas kulit secara sempurna dan agak dalam. Pastikan semua tunas pada umbi kentang dikupas.

[Bonus] Ikan Buntal

ikan buntal


Ikan buntal (pufferfish) merupakan penghuni muara laut yang dikenali dari tubuhnya yang "lucu" saat mengembang. Ikan ini sebenarnya sangat jarang kita temui dijual di pasar atau supermarket. hanya saja ikan cukup menarik untuk dibahas.

Ikan buntal dikenal secara luas sebgai mahkluk bertulang belakang paling beracun kedua di dunia setelah katak emas. Hal itu membuat ikan ini terlarang untuk dikonsumsi. Racun yang terkandung dalam tubuh ikan buntal ini bernama tetrodotoxin yang memiliki tingkat toksisitas 1200 kali lebih tinggi dari Sianida. Kabarnya racun seekor ikan buntal mampu membunuh 30 manusia dewasa dan yang lebih parahnya lagi racun ini belum memiliki antidot.

Gejala keracunan yang disebabkan karena memakan ikan buntal berupa pusing, mati rasa pada lidah dan bibir, kemudian diikuti dengan muntah, detak jantung meningkat, tekanan darah menurun, kesemutan, kelumpuhan otot, melumpuhkan otot diagfragma sehingga menyebabkan korbannya tidak bisa bernafas. Tanpa penangan yang tepat korban pada akhirnya akan meninggal dunia.

Meskipun beracun, di negara Asia Timur seperti Jepang, China, Korea, ikan ini disajikan sebagai salah satu menu eksklusif. Di Jepang hidangan dari ikan buntal disebut Fugu dan tentu saja hidangan fugu ini dipersiapkan oleh chef profesional yang bersertifikat.

Posting Komentar Sembunyikan Komentar

Batalkan