Siapa Sebenarnya Jian Ma dan Apa Ranah Kultivasinya?

Jian Ma, Sword of Coming

Dalam donghua Sword of Coming (剑来 / Jian Lai), ada satu sosok yang kerap disebut namun jarang dibahas panjang lebar: Jian Ma atau dalam terjemahan harfiah, "Ibu Pedang". Ia bukan karakter yang sering muncul di garis depan cerita, tetapi kapasitasnya menempatkannya sebagai salah satu kekuatan tertinggi di seluruh semesta novel ini.

Siapa Jian Ma?

Jian Ma adalah salah satu dari lima dewa tertinggi Kayangan Kuno (Yuan Gu Tian Ting), dan ia memegang posisi sebagai pemegang pedang sang Jian Zhe. Ia bukan produk kultivasi yang dibangun dari nol; kekuatannya bersumber langsung dari inti Hukum Langit (Tian Dao Ben Yuan), menjadikannya kekuatan tempur yang lahir secara alami, bukan ditempa melalui latihan panjang.

Ia dikenal sebagai penguasa seluruh pedang (Wan Jian Zhi Zhu). Kemampuan ofensifnya dianggap yang tertinggi di antara semua makhluk di bawah langit, ia mampu memotong arus waktu, merobek aturan semesta, mengabaikan larangan antardimensi, dan berpindah lintas dunia sesuka hati.

Tiga bilah energi pedang yang ia berikan begitu saja kepada Chen Ping'an sudah cukup untuk melukai kultivator puncak. Di masa jayanya, satu tebasan pedangnya mampu memutus ratusan tahun arus waktu.

Ranah Kultivasi Jian Ma

Jian Ma berada di Ranah ke-15 puncak, bahkan dikisahkan mendekati setengah langkah ke Ranah 15,5 sebuah tingkatan yang secara praktis menempatkannya di langit-langit kekuatan dalam keseluruhan novel.

Untuk memahami konteks posisi ini secara lebih lengkap, lihat: Urutan Ranah Kultivasi Sword of Coming (Jian Lai)

Ranah 15 dalam sistem Sword of Coming adalah tingkat yang hanya dapat dicapai oleh segelintir entitas, dan Jian Ma termasuk yang ada di posisi teratas di antara mereka. Ia bukan sekadar "kuat di Ranah 15", ia berada di titik tertinggi ranah tersebut, yang membedakannya dari hampir semua karakter lain dalam cerita.

Perbandingan dengan Wen Sheng (Old Xiu Cai)

Untuk memahami posisi Jian Ma secara lebih konkret, ada baiknya membandingkannya dengan Wen Sheng, sang Sarjana Tua guru A Liang dan Qi Jingchun, Saint keempat dari Kuil Konfusian, sekaligus salah satu karakter paling berpengaruh secara intelektual dan strategis dalam novel ini.

Ada satu adegan dalam novel yang cukup gamblang menggambarkan posisi keduanya: ketika Jian Ma membangun formasi pedang untuk melindungi Chen Ping'an dan Wen Sheng mencoba menghadapinya, sang Sarjana Tua tidak mampu membobol formasi itu secara paksa. Ia hanya bisa berbicara baik-baik, dan secara terbuka mengakui bahwa ia tidak punya kemampuan untuk menghalangi. Ini bukan soal Wen Sheng tidak mencoba tetapic ia memang tidak punya jalan.

Wen Sheng sendiri paham situasinya. Ia tahu ada tembok mendasar antara Ranah 14 dan Ranah 15. Memaksakan pertempuran hanya akan menghasilkan kerugian di kedua pihak tanpa hasil yang berarti.

Bottom Line

Jian Ma adalah salah satu entitas terkuat secara tempur dalam semesta Sword of Coming. Dengan posisi di Ranah 15 puncak dan kekuatan yang bersumber dari inti Hukum Langit, ia berada di lapisan yang berbeda dari hampir semua karakter lain — termasuk seorang Santo Konfusian sekaliber Wen Sheng. Keduanya kuat, tetapi dalam dimensi yang tidak sepenuhnya bisa dibandingkan satu lawan satu: satu adalah pedang tajam, yang lain adalah perancang papan catur.

edit
Posting Komentar Sembunyikan Komentar