Alasan Mengapa Beberapa Negara Mencekal Bitcoin

Topik mengenai mengapa ada beberapa negara yang mencekal penggunaan bitcoin sungguh menarik. Pastinya topik ini akan memunculkan banyak pertanyaan, salah satunya seperti apakah bitcoin itu hal buruk sampai-sampai dicekal di beberapa negara?. Berbicara mengenai pencekalan tentu kita membahas mengenai legalitas. Tentunya ada beberapa alasan mengapa sampai beberapa negara menggap bitcoin sebagai sesuatu yang ilegal sampai mencekalnya. Status legalitas bitcoin bervariasi tiap negara. Semuanya tergantung pada masing-masing regulasi yang ditetapkan oleh pemerintanya. Sampai sekarang dibeberapa negara saja yang sudah melegalkan transaksi dengan menggunakan bitcoin saja masih belum memiliki regulasi yang jelas.

Beberapa Negara Mencekal Bitcoin
ilustrasi bitcoin dicekal

Di Uni Eropa transaksi dengan menggunakan bitcoin sudah dianggap legal. Begitupula dengan negara-negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Japan, Uk, dan Amerika) sudah melegalkan bitcoin. Begitupula dengan negara lain. Kebanyakan bitcoin dianggap legal dan bisa digunakan dalam transaksi sebagai alat pembayaran, diperjual belikan sebagai komoditas maupun ditukar dengan mata uang biasa. Namun ada beberapa negara juga yang dengan tegas mengilegalkan bitcoin. Seperti Bolivia misalnya, pada tahun 2014, bank sentral Bolivia sudah menyatakan resmi mencekal bitcoin. Di Ekuador bitcoin juga dianggap ilegal. Tidak hanya bitcoin malah, tetapi juga mata uang digital lainnya. pemerintah lebih mengutamakan transaksi dengan penggunaan mata uang lokal yaitu dolar yang diatur oleh pemerintah.

Dia negara-negara Asia juga ada yang mengilegalkan bitcoin. Seperti Kirgistan, pada tahun 2014 bank nasional republik Kirgiztan sudah menyatakan dengan jelas bahwa penggunaan mata uang virtual dinyatakan melanggar peraturan pemerintah. Di Bangladesh pun jelas mengatakan bahwa barang siapa yang tertangkap mengguanakan mata uang virtual ini akan dipenjarakan dibawah peraturan pemerintah berdasarkan undang-undang anti pencucian uang. Lalu bagaimana dengan China?, pemberitaan di media beru ini mengatakan bahwa prdagangan bitcoin di Cina akan ditutup. Dikatakan bahwa mulai tanggal 30 September 2017 transaksi bitcoin di negara tersebut sudah tidak akan dilayani. Padahal Cina merupakan negara yang paling besar tingkat transaksi bitcoinnya, sekitar 22% perdagangan bitcoin ada di sana. Berita ini bahkan langsung memberikan dampak negatif terhadap nilai tukar bitcoin. Bayangkan saja, nilai tukar per 1 bitcoin jatuh bebas dari 4.359 dolar Amerika ke 3.640 dolar Amerika. Pemerintah Cina melarang transaksi bitcoin ini dikarenakan adanya kekhawatiran aksi jual dari para pemilik bitcoin yang membuat nilainya turun sampai 60 miliar dolar Amerika dari jumalah keseluruhan.

Bagaimana dengan Indonesia?. Di Indonesia sendiri bitcoin dan transaksi dengan menggunakan bitcoin dianggap sebagai suatu yang legal. Hal ini dikarenakan tidak ada regulasi yang jelas dari pemerintah apakah bitcoin dilarang atau tidak. Sama seperti di beberapa negara lainnya, bitcoin dianggap legal karena belum ada regulasi khusus yang mengatur tentang bitcoin. Ketika tidak ada aturan yang melarang, pastinya orang akan dengan bebas melakukan transaksi dengan menggunakan bitcoin. pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap bitcoin melihat pasarnya semakin berkembang pesat. Bitcoin bahkan diramalkan oleh beberapa ahli sebagai mata uang masa depan yang bakal menggantikan mata uang sekarang tentunya alangkah baiknya jika pemerintah mulai mewanti untuk membuat regulasi mengenai bitcoin atau cryptocurrensi secara umum.

Lalu bagaimana dengan negara-negara yang meng-ilegalkan transaksi dengan bitcoin yang tersebutkan di atas? apa alasannya sehingga bitcoin dicekal. Ada beberapa alasan yang bisa menyebabkan mengapa bitcoin ini ilegal dan dicekal antara lain yaitu:

  1. Transaksi dengan menggunakan bitcoin tidak bisa dilacak oleh pemerintah.
  2. Transaksi dengan menggunakan bitcoin tidak dikenai pajak. Tentunya hal ini tidak akan menguntungkan pemerintah. Padahal pemerintah misalnya seperti Indonesia sekarang sedang gencar-gencar mengincar pajak.
  3. Bitcoin bisa digunakan untuk pencucian uang (money laundring).
  4. Bitcoin diguanakan dalam aktivitas ilegal. Memang bitcoin tidak dibuat untuk tujuan illegal, namun faktanya sekarang banyak transaksi ilegal yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayarannya. Conntohnya aktivitas transaksi pasar gelap deepweb semuanya menggunakan bitcoin. Hal ini karena sifat transaksi bitcoin yang anonymous.
  5. Keberadaan bitcoin dianggap bisa membahayakan mata uang biasa/lokal yang bisa merusak sistem finansial. Misalnya orang-orang akan lebih memilih menggunakan bitcoin sehingga transaksi tunai di bank lokal akan berkurang. Akibatnya bank bisa saja gulung tikar.

Berdasarkan 5 poin diatas bisa disimpulkan bahwa alasan mengapa bitcoin dianggap ilegal di beberapa negara yaitu dikarenakan bisa memberikan dampak negatif, penipuan, ancaman, tidak bisa dikontrol serta tidak memberikan keuntungan bagi pemerintah. Padahal kita tahu sendiri bahwa pemerintah ingin mengatur segala aspek kehidupan masyarakatnya. Lalu apakah memang bitcoin seburuk itu sehingga harus dicekal, tentu saja kita tidak bisa melihat sisi dari sisi buruknya saja. Ada juga manfaat yang bisa menjadi pertimbangan mengapa pemerintah harus melegalkan bitcoin. Bahkan pihak masyarakat sendiri merasa bitcoin itu mempunyai banyak manfaat.