Cara sederhana mengatur keuangan rumah tangga yang terbukti efektif

- Diupdate Januari 27, 2022
Cara sederhana mengatur keuangan rumah tangga yang terbukti efektif

Dalam kehidupan berumah tangga, salah satu hal yang cukup sering diabaikan adalah manajemen keuangan rumah tangga yang baik. Padahal hal ini cukup penting untuk menjaga agar sebuah rumah tangga dapat berjalan lancar. Entah karena sikap apatis, merasa itu hal yang sulit atau mungkin tidak paham sama sekali bahwa manajemen keuangan sangat penting sehingga diabaikan begitu saja.

Manajemen keuangan selayaknya menjadi prioritas mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan. Rahasia mengatur keuangan rumah tangga seharusnya menjadi ilmu yang dimiliki oleh setiap pengelola keuangan keluarga. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mengatur keuangan rumah tangga, terutama hal-hal sifatnya bisa menimbulkan resiko buruk terhadap kondisi finansial keluarga bisa dihindari. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mengatur keuangan rumah tangga.

  1. Lebih mudah mencapai tujuan finansial
  2. Menganalisis pengeluaran
  3. Mampu mencapai tujuan yang lebih tinggi
  4. Melindungi semua anggota keluarga
  5. Memperkecil anggaran utang
  6. Memiliki simpanan untuk kebutuhan darurat

Lalu bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang sederhana, yang bisa dengan mudah Anda terapkan dalam keluarga Anda? Silahkan disimak rinciannya berikut ini:

1. Menghitung pemasukan/penghasilan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui berapa pemasukan atau penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya. Pemasukan ini sifatnya total, baik dari penghasilan suami yang berupa gaji pokok, insentif, lembur dan sebagainya. Termasuk juga penghasilan istri jika ada. Dengan mengetahui detil berapa jumlah pemasukan yang Anda peroleh, mengatur alokasi dana untuk pengeluaran nanti akan menjadi lebih mudah.

2. Menghitung pengeluaran

Berikutnya adalah menghitung jumlah pengeluaran rumah tangga Anda. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan prioritas dari kebutuhan bulanan Anda. Daftar semua yang termasuk dalam kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan. Jangan lupa pisahkan antara mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan sendiri berarti semua hal yang Anda butuhkan, akan ada dampak yang bisa saja serius jika tidak dipenuhi. Sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang Anda inginkan yang jika tidak terpenuhi pun tidak akan menjadi masalah. 

3. Mulai menyusun anggaran

Setelah Anda mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda, Anda busa mulai melakukan penyusunan anggaran untuk pengeluaran bulanan rumah tangga Anda. Menyusun anggaran merupakan bagian yang sangat penting. Berdasarkan dari data perhitungan penghasilan serta data pengeluaran bulanan Anda bisa menentukan skema anggaran secara bijak.

Salah satu skema yang bisa Anda terapkan adalah 50/30/20. Artinya 50% dari total penghasilan Anda dialokasikan untuk kebutuhan dasar atau pokok seperti makan, cicilan rumah, hutang dan kebutuhan lainnya yang wajib dipenuhi dalam jangka waktu satu bulan. Berikutnya 30% dari penghasilan Anda dialokasikan untuk keinginan misalnya makan di luar, liburan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Sisanya yang 20% digunakan untuk tabungan dan dana darurat.

4. Lakukan Evaluasi

Berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah evaluasi. Evaluasi mencakup pemeriksaan kegiatan pengeluaran bulanan Anda. Apakah perlu ada perubahan pada anggaran atau tidak. Jika iya, Anda bisa mengalihkan sebagian persen dari nilai yang kebutuhan satu ke kebutuhan yang lain. Misalnya anggaran 30% untuk keinginan yang mungkin tidak habis Anda gunakan bisa dialihkan untuk tabungan atau dana darurat.

Metode 50/30/20 merupakan poin yang paling penting yang bisa Anda lakukan untuk membuat sebuah rencana keuangan rumah tangga Anda. Metode ini adalah pendekatan sederhana untuk menjaga keuangan agar tetap terkendali. Dengan hanya tiga kategori utama untuk dilacak, Anda tidak perlu menggali seluk beluk sebanyak yang Anda lakukan dengan anggaran normal.

Meski terbilang efektif, sayangnya, metode 50/30/20 ini tidak akan bekerja untuk semua orang karena keadaan individu, seperti tinggal di daerah di mana biaya hidup cukup tinggi. Namun, perlu diingat bahwa Anda dapat menyesuaikan aturan untuk kebutuhan khusus Anda dengan mengubah persentase agar sesuai dengan situasi pribadi dan tujuan keuangan Anda. Dan jika hal tersebut belum berhasil, masih ada banyak metode penganggaran lain yang dapat Anda coba.

Posting Komentar Sembunyikan Komentar

Batalkan